Arsip Blog
-
▼
2012
(53)
-
▼
Mei
(37)
- Animasi 3D Paling Keren Dan Menakjubkan
- Foto Asli Dibuat 3D ilussion.. Keren abis
- Sekedar Sharing.untuk memberi kita motivasi.. (PIC)
- Foto foto korban pesawat sukhoi
- Foto Sepeda Motor yang Joknya Paling Banyak
- begini laH jika istri kita kurang memberikan kepua...
- Limbad aja mikir kalo disuruh uji nyali di sini !
- Binatang Yang Lagi Malu-Malu
- sate sate paling lezat dan paling mengiurkan
- BIOSKOP TERCANGGIH DI CHINA
- Mobil Rusia Berlapis Emas dan Tahan Peluru
- Wisatawan AS jatuh cinta di penjara Iran
- Kisah Cinta Obama Dalam Buku Harian Mantan Pacar P...
- Dubai Guncangkan Dunia Dengan Rencanakan Hotel Aku...
- Di Mana Investor Simpan Dana Saat Krisis?
- Michael Jackson Pernah Jadi Selingkuhan Gay
- Mengintip pemberlakukan hukum penamaan bayi di dunia
- Ibu Termuda Di Dunia Berusia 5 Tahun...!!!
- 7 Keajaiban Dunia yang Terlupakan
- Pidato Terhebat Anak Kecil Yang Membungkam Dunia
- Biadab! Ibu Perkosa Balitanya Sendiri, Dihukum Seu...
- Majalah Al Qaeda Terbit dan Ancam Hancurkan AS
- Ucapan Terakhir Bin Laden Akan Disebar AS
- Inikah Babi Terjelek di Dunia?
- Negara-negara Penyalur Ganja Terbanyak
- Kota Mati di Perancis yang Menyeramkan
- Logo BNI akan Terpasang dan Muncul di Stadion Stam...
- 219.000 Imitasi Rokok, Di Tengah Kota Sydney*
- [PIC] Penghuni Perairan Dasar Laut
- 7 Animator Anak Negeri Tembus Level Dunia
- Menguak Pesona Keindahan Gunung Tambora
- Akibat Kecelakaan Genetika
- Sejarah CNN Raksasa Penyiaran Dunia
- Foto Menakjubkan Ledakan Bintang di Luar Angkasa
- 5 Mahluk Bumi yang Bisa Hidup di Luar Angkasa
- Avenged Sevenfold Batal Konser, Penggemar Kecewa !!!
- perayaan MAYDAY di dunia
-
▼
Mei
(37)
Inilah Alasan Resmi Balapan Dihentikan
Keputusan untuk membatalkan balapan lantaran insiden serius yang menimpa Marco Simoncelli akhrinya di ambil oleh penyelenggara balapan di GP Malaysia. Alasannya jelas, karena mereka masih menunggu staff medis memulihkan kondisi Simoncelli.
Simoncelli Mengalami Trauma di Bagian Vital
Foto: Konferensi pers untuk menerangkan kematian Marco Simoncelli (Getty Images)
Direktur Medis MotoGP, dr Michele Macchiagodena akhirnya memberikan keterangan resmi terkait insiden yang menyebabkan nyawa Marco Simoncelli melayang.
Dalam keterangan persnya, Macchiagodena menuturkan Simoncelli mengalami trauma di beberapa bagian vital dalam tubuhnya sehingga dia meregang nyawa dalam balapan di GP Malaysia, Minggu (23/10/2011) ini.
“Saya sangat sedih berada di sini untuk melaporkan kematian Simoncelli. Dia seorang teman. Dia mengalami kecelakaan saat balapan di mana dia ditabrak oleh pembalap lain. Dia menderita trauma serius di kepala, leher dan dada,” bukan Macchiagodena menyampaikan alasan utama meninggalnya Simoncelli.
Dia melanjutkan, pertolongan pertama terhadap Simoncelli telah dilakukan dengan seksama termasuk melakukan prosedur CPR (resusitasi jantung paru) sebagai langkah awal untuk menyadarkan Super Sic.
“Ketika dia sampai ke staff medis, dia tidak sadarkan diri. Di dalam Ambulance, karena serangan jantung, tim medis melakukan CPR (Resusitasi jantung paru). Segera setelah sesampainya di pusat medis dengan bantuan juga dari Dokter dan staff kami di Clinica Mobile dan Dokter lokal, dia diintubasi (menjaga jalan nafas) yang memungkinkannya untuk menghentikan perdarahan di dada,” terang Macchiagodena.
“CPR dilanjutkan selama 45 menit karena kami mencoba membantu dia selama kami pikir itu masih mungkin. Sayangnya, itu tidak mungkin untuk membantunya dan pada 16:56 (waktu setempat) kami menyatakan dia sudah meninggal,” sambung Macchiagodena dengan nada lirih.
Sementara, Race Director, Paul Butler menyatakan bahwa terlepasnya helm Simoncelli akan diselidiki lebih lanjut. “Saya pikir, jika saya bisa menjawabnya pada kesempatan lain. Cukup jelas konsekuensi dan keadaan di sekitar kecelakaan dan akan diselidiki secara menyeluruh,” pungkasnya
Simoncelli: Berawal dan Berakhir di Sepang
Foto: Insiden Marco Simoncelli (AP Photo)
Kematian Marco Simoncelli dalam balapan di GP Malaysia akhir pekan ini jelas menyisakan duka mendalam bagi segenap fans MotoGP.
Ya, betapa cepat pembalap yang digadang-gadang The Next Rossi tersebut pergi dari dunia ini dalam balapan yang berlangsung di Sepang. Melihat kiprahnya di pentas MotoGP, pembalap eksentrik tersebut mengawali kiprahnya di kelas para Raja di sirkuit di mana dia meregang nyawa.
Sepang menjadi saksi bisu kemapanan anak muda dengan adrenaline tanpa batas ini untuk mengadu nyali di atas lintasan balap. Benak penikamat MotoGP tidak akan pernah lupa bagaimana Simoncelli meretas kariernya saat mencoba MotoGP di sirkuit Negri Jiran ini pada 2010 lalu.
Dua kali dia terjatuh dalam sesi ujicoba, Simoncelli nampaknya tidak pernah kapok mencium aspal. Bahkan, insiden kedua merusak helmnya. Bahkan dia menyelesaikan balapan di tempat ke-11 setahun silam. Waktu terus berputar hingga sampai ke tanggal 23 Oktober 2011. Super Sic ditakdirkan meregang nyawa di sirkuit sepanjang 5.543 km ini.
Lap kedua di turn 11 menjadi awal petaka buat pembalap belia penuh potensi itu. Diduga kehilangan grip pada bagian depan saat bertarung dengan Alvaro Bautista, Simoncelli tergelincir. Nahas, sejurus kemudian Colin Edwards datang bersamaan dengan Valentino Rossi. Tubuh Simoncelli pun terhantam kedua rider tersebut dengan kecepatan tinggi.
Banyak pengamat menduga, ban depan Simoncelli belum mencapai temperatur yang diharapkan untuk mencapai grip yang diinginkan mengingat insiden ini terjadi di awal lomba.
Setelah mendapat pertolongan dari tim medis setempat, nyawa Simoncelli tidak terselamatkan lagi. Berbagai upaya telah dilakukan tim medis saat batas antara kehidupan dan kematian semakin tipis. Drama tragis GP Malaysia akhirnya di tutup dengan kematian Simoncelli di usianya yang baru menginjak 24 tahun.
Ada pepatah mengatakan, semua yang hidup pasti akan mati, setiap pertemuan ada perpisahan, dan Simoncelli memulai dan menamatkan karier di kelas para Raja di sirkuit yang letaknya tidak berjauhan dari Indonesia, Sepang.
Insiden MotoGP Malaysia 2011 Simoncelli Seperti Adik Buat Rossi
foto: Valentino Rossi/Reuters
Insiden meninggalnya Simoncelli memang cukup tragis. Pada lap kedua, pembalap asal Italia itu tengah bersaing dengan Alvaro Bautista untuk memperebutkan posisi kedua. Tapi tiba-tiba motornya tergelincir menghampiri motor Colin Edwards dan Rossi.
Edwards dan Rossi tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghindari Simoncelli. Tim medis mengatakan, pembalap 24 tahun itu mengalami cedera cukup serius pada bagian kepala, leher dan dadanya.
Dengan Tidak lama kemudian balapan MotoGP Malaysia resmi dihentikan. Nampak jelas, badan Rossi begitu gemetar setelah insiden itu. Dia dan sejumlah pembalap menunggu kabar mengenai Simoncelli.
Pada pukul 16:56 waktu setempat, Simoncelli diumumkan telah tutup usia. Praktis, balapan langsung dihentikan pada saat itu juga. Lewat akun twitter, Rossi mengeluarkan pernyataan untuk pertama kalinya.
"Sic (julukan Simoncelli-red) sudah seperti adik kandung saya. Sangat tangguh di lintasan dan sangat manis dalam kehidupan sehari-harinya. Saya akan merindukannya," demikian kicau the doctor dalam akun twitter @ValeYellow46, Senin
Langganan:
Postingan (Atom)